beritapagi.net

Mengapa Aqiqah Harus Dilakukan?

Jawab hands August 24, 2022

Aqiqah membantu dalam mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT atas karuniaNya berupa kelahiran seorang anak. Karena nantinya anak tersebut diharapkan dapat menjadi penerus yang sholeh dan sholehah bagi keluarganya. Melaksanakan aqiqah berarti meneladani dan mengikuti sunnah dari Rasulullah SAW.

Apa yang terjadi jika anak tidak di aqiqah?

“Jika seseorang anak tidak diaqiqahi, maka ia tidak akan memberi syafaat kepada orang tuanya pada hari kiamat nanti.” Imam Asy Syafi’i memiliki pendapat bahwa aqiqah tetap dianjurkan walaupun diakhirkan. Namun disarankan agar tidak diakhirkan hingga usia baligh.

Apakah aqiqah itu wajib bagi umat Islam?

Bahwa ulama mayoritas saling mengatakan hukum aqiqah adalah sunnah muakadah. Ulama Zahiriyah berpendapat hukum melaksanakan aqiqah adalah wajib bagi orang yang menanggung nafkah si anak, maksudnya orang tua bayi. Mereka mengambil dasar hukumnya dari hadits Rasul SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi.

Apa hukumnya bila tidak akikah?

Bukan hanya orang yang tidak mampu, menurut Buya Yahya orang yang mampu pun ketika tidak melakukan aqiqah tidak akan menjadi dosa karena hakikatnya hukum dari aqiqah ini adalah sunnah. “Orang meninggalkan sunnah tidak haram, selagi tidak haram tidak akan menghalangi kebaikan-kebaikan,” kata Buya Yahya.

Aqiqah anak sampai umur berapa?

Seperti yang telah disebutkan, ketentuan aqiqah berdasarkan waktu pelaksanaan sebenarnya bisa dilakukan sejak anak lahir sampai sebelum baligh. Namun, ada beberapa ulama yang meyakini bahwa sebaiknya melakukan aqiqah dianjurkan setelah 7 hari kelahiran sang buah hati.

Belum aqiqah diri sendiri Bolehkah aqiqah anak?

Kesunahan aqiqah anak itu dibebankan kepada orang tua. Jika anda belum aqiqah maka nanti apabila memiliki rezeki lain dapat melakukan aqiqah untuk diri sendiri. Maka disimpulkan untuk mendahulukan melakukan aqiqah anak yang baru lahir. Sementara aqiqah untuk diri sendiri dapat dilakukan jika memiliki rezeki lain nanti.

Apa hukum aqiqah Setelah dewasa?

Pendapat pertama adalah aqiqah sendiri. Jika seorang Muslim sudah dewasa namun dahulu belum pernah diaqiqahi oleh kedua orang tuanya, maka ia disunnahkan untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.

Siapa yang wajib aqiqah?

Sudah jelas bahwa anak adalah tanggung jawab orang tuanya. Maka dengan itu, prosesi aqiqah seorang anak menjadi tanggungjawab penuh kedua orangtuanya.

Referensi:

  1. https://www.orami.co.id/magazine/tata-cara-menggelar-aqiqah-yang-disunahkan
  2. https://ihram.republika.co.id/berita/r33q4j366/hukum-aqiqah-bagi-muslim-sunnah-atau-wajib
  3. https://www.jatimnetwork.com/khazanah/pr-43938770/hukum-orang-tua-tidak-melakukan-aqiqah-untuk-anaknya-bolehkah-begini-jawaban-buya-yahya?page=all
  4. https://www.adira.co.id/detail_berita/metalink/begini-ketentuan-aqiqah-yang-sesuai-sunnah-dalam-islam
  5. https://www.suara.com/news/2021/09/20/160343/hukum-aqiqah-anak-tapi-diri-sendiri-belum-bolehkah-buya-yahya-aqiqahilah-anakmu
  6. https://www.muslimterkini.com/khazanah/pr-901161953/hukum-aqiqah-setelah-dewasa-dalam-islam-harus-kamu-tahu
  7. https://www.merdeka.com/jatim/tata-cara-aqiqah-tuntunan-dan-hukumnya-menurut-islam-kln.html

© 2022 beritapagi.net

We use cookies to ensure that we give you the best experience on our website.
Privacy Policy